Mengingat Kematian
Ammar bin Yasir _radhiyallahu ‘anhu_ mengatakan, “Cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat dan pelajaran. Cukuplah keyakinan sebagai kekayaan. Dan cukuplah ibadah sebagai kegiatan yang menyibukkan.” (Lihat Aina Nahnu Min Haa-ula-i, Syaikh Abdul Malik Qasim)
---
Seorang penyair pernah menuturkan sebuah bait renungan,
_Aku mesti mengingat kematian…_
Aku menyadari bahwa hidupku miskin bekal. Padahal kematian telah mendekat, mengintai di belakang…
_Aku mesti mengingat kematian…_
Aku menyadari bahwa hidupku tak akan kekal. Padahal kematian tak bisa ditunda dan diakhirkan, pasti ia kan segera datang…
_Aku mesti mengingat kematian…_
Aku menyadari bahwa kini hidupku penuh sesal. Mengingat hari-hari yang telah ku lalui, amat kosong dari amal-amal. Hatiku mengeras bagaikan batu aspal…
_Aku mesti mengingat kematian…_
Agar hatiku kembali terang, semangat membara dalam beramal dan bersegera untuk bertaubat dan memohon ampunan…
_Aku dan kamu… Kita mesti mengingat kematian…_
---
“Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kalian senantiasa berusaha lari daripadanya, maka pasti akan menemui kalian. Kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat yang mengetahui perkara ghaib dan perkara yang tampak, lalu Allah akan memberitakan kepada kalian mengenai apa-apa yang telah kalian kerjakan” (QS. Al Jumu’ah : 8)
======
🔊 Broadcasted by :
*Tim Donasi Dakwah YPIA Yogyakarta*
_(Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari)_
✉/📱085747223366
Leave a Comment